Senin, 09 Desember 2013

Gunung Abongabong di Aceh

Gunung Abongabong

Gunung Abongabong adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki ketinggian 2985 meter, atau setara dengan 9793 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Abongabong ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Abongabong di Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Abongabong merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.



Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Abongabong : 

Nama                                     : Gunung Abongabong
Nama Internasional               : Mount Abongabong
Bentuk / Nama Lain               : Gunung Abong Abong
Ketinggian                             : 2985 meter / 9793 kaki
Negara                                   : Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Wilayah / Benua                    : Asia
Keterangan Wilayah              : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama                   : A
Tipe / Jenis                             : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta                       : Belum Tersedia
Penonjolan (meter)                : Belum Tersedia
Informasi Tambahan              : Kabupaten Nagan Raya
Keterangan                             : -
Sumber Data                           :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya




Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Abongabong :
Kesimpulan 1 :  Gunung Abongabong berada di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di daerah                       Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Abongabong adalah 2985 meter atau 9793 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Abongabong adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Abongabong bernama Mount Abongabong

Gunung memiliki ekosistem hayati yang bervariasi dan memiliki curah hujan yang tinggi dan gunung ini termasuk dalam spesifikasi Stratovulkano.
Menurut data yang diperoleh dari peneliti Belanda pada tahun 1851 yang bernama v.v voolstjen. Bahwasanya Gunung Abongabong memiliki kadar epidermis Batu bara yang tinggi dan puncak serta pendukung counturenya yang jarang kelihatan membuatnya kesulitan menentukan bebatuan lainnya yang memiliki kadar logam sempurna.
Dan juga, di gunung ini menurut voolstjen terdapat dua spesies hewan yang tidak dimiliki gunung lain, semisal ekosistem Leuser, yaitu gajah dan badak. Kedua spesies ini juga menjadi pendukung terjadinya proses “ rantai makanan sempurna “ pada kawasan ini, tanpa menyisihkan spesies kecil llainnya dalam peran berkompetisi pada ihwalnya. Ia juga mengisyaratkan pada peneliti llainnya, yang memakai acuan pertambangan agar menentukan juga kesulitan yang terjadi dan terbentuk oleh pergeseran alam.
Pada awal 1960an ditegaskan bahwa gunung Abongabong ini tidak pernah ada pendaki yang telah menapaki kakinya pada puncak gunung ini, kecuali para pandaki Belanda yang membuat pilar puncak (triangulasi). Pada tahun 2001, kawasan pegunungan Abongabong diawali oleh penetapan pendukung kawasan ekosistem leuser sebagai “ penyedia air “ bagi “paru-paru dunia” tersebut. Akibat adanya indikator seperti itu, kawasan gunung Abong-abong ini ditetapkan masuk kedalam Ekosistem Ulu Masen setelah adanya proses pengelompokan Spesies.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar