Selasa, 10 Desember 2013

Gunung Bateekeubeu Di Aceh

Gunung Bateekeubeu




Gunung Bateekeubeu adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki ketinggian 2756 meter, atau setara dengan 9042 kaki.

Rincian yg jelas:
  •  Nama                         : Gunung Bateekeubeu
    Nama Internasional  : Mount Bateekeubeu
    Ketinggian                 : 2756 meter / 9042 kaki
    Negara                       : Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
    Wilayah / Benua        : Asia
    Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
    Huruf Awal Nama       : B
    Tipe / Jenis                : Gunung
    Informasi Tambahan : Kabupaten Aceh Tengah

Senin, 09 Desember 2013

Gunung Bandahara di aceh

Gunung Bandahara

Gunung Bandahara adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 3012 meter, atau setara dengan 9882 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Bandahara ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Bandahara di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).Gunung Bandahara merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.


Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Bandahara :
Nama                                  : Gunung Bandahara
Nama Internasional               : Gunung Bandahara
Bentuk / Nama Lain              : -
Ketinggian                           : 3012 meter / 9882 kaki
Negara                                : Indonesia
Wilayah / Benua                  : Asia
Keterangan Wilayah             : Kepulauan Melayu
Huruf Awal Nama                 : B
Tipe / Jenis                          : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta                     : Belum Tersedia
Penonjolan (meter)               : Belum Tersedia
Informasi Tambahan              : Sumatra
Keterangan                          : -
Sumber Data                        :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya


Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Bandahara :
Kesimpulan 1 :  Gunung Bandahara berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Bandahara adalah 3012 meter atau 9882 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Bandahara adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Bandahara bernama Gunung Bandahara

Jarak dari kota Blang Kejeran ibukota Kabupaten Gayo Lues sekitar 50 ke arah tenggara - timur, sedangkan jarak dari kota Kutacane ibukota Kabupaten Aceh Tenggara sekitar 35 km arah utara - barat laut.
Nepenthaceae adalah salah satu tanaman yang hanya ada di Gunung Bandahara. Nepenthaceae merupakan suku kantungsemar-kantungsemaran atau Nepenthaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut Sistem klasifikasi APG II suku ini dimasukkan ke dalam bangsa Caryophyllales, klad dikotil inti (core eudicots) namun tidak termasuk ke dalam dua kelompok besar, rosids dan asterids. Suku ini hanya memiliki satu marga tunggal, yaitu Nepenthes.



Gunung Abongabong di Aceh

Gunung Abongabong

Gunung Abongabong adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki ketinggian 2985 meter, atau setara dengan 9793 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Abongabong ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Abongabong di Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Abongabong merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.



Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Abongabong : 

Nama                                     : Gunung Abongabong
Nama Internasional               : Mount Abongabong
Bentuk / Nama Lain               : Gunung Abong Abong
Ketinggian                             : 2985 meter / 9793 kaki
Negara                                   : Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Wilayah / Benua                    : Asia
Keterangan Wilayah              : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama                   : A
Tipe / Jenis                             : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta                       : Belum Tersedia
Penonjolan (meter)                : Belum Tersedia
Informasi Tambahan              : Kabupaten Nagan Raya
Keterangan                             : -
Sumber Data                           :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya




Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Abongabong :
Kesimpulan 1 :  Gunung Abongabong berada di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di daerah                       Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Abongabong adalah 2985 meter atau 9793 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Abongabong adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Abongabong bernama Mount Abongabong

Gunung memiliki ekosistem hayati yang bervariasi dan memiliki curah hujan yang tinggi dan gunung ini termasuk dalam spesifikasi Stratovulkano.
Menurut data yang diperoleh dari peneliti Belanda pada tahun 1851 yang bernama v.v voolstjen. Bahwasanya Gunung Abongabong memiliki kadar epidermis Batu bara yang tinggi dan puncak serta pendukung counturenya yang jarang kelihatan membuatnya kesulitan menentukan bebatuan lainnya yang memiliki kadar logam sempurna.
Dan juga, di gunung ini menurut voolstjen terdapat dua spesies hewan yang tidak dimiliki gunung lain, semisal ekosistem Leuser, yaitu gajah dan badak. Kedua spesies ini juga menjadi pendukung terjadinya proses “ rantai makanan sempurna “ pada kawasan ini, tanpa menyisihkan spesies kecil llainnya dalam peran berkompetisi pada ihwalnya. Ia juga mengisyaratkan pada peneliti llainnya, yang memakai acuan pertambangan agar menentukan juga kesulitan yang terjadi dan terbentuk oleh pergeseran alam.
Pada awal 1960an ditegaskan bahwa gunung Abongabong ini tidak pernah ada pendaki yang telah menapaki kakinya pada puncak gunung ini, kecuali para pandaki Belanda yang membuat pilar puncak (triangulasi). Pada tahun 2001, kawasan pegunungan Abongabong diawali oleh penetapan pendukung kawasan ekosistem leuser sebagai “ penyedia air “ bagi “paru-paru dunia” tersebut. Akibat adanya indikator seperti itu, kawasan gunung Abong-abong ini ditetapkan masuk kedalam Ekosistem Ulu Masen setelah adanya proses pengelompokan Spesies.

DAFTAR GUNUNG DI INDONESIA





Demikian artikel mengenai  Daftar Nama Gunung di Indonesia. Nama-nama Gunung di atas kami peroleh dari wikipedia. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Salam lestari alam Indonesia.

Gunung Ciremai di Kuningan Jawa Barat

Gunung Ciremai

Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) adalah sebuah kawasan kawasan konservasi yang terletak di provinsi Jawa Barat,Indonesia. Taman nasional ini dimaksudkan untuk melindungi kekayaan hayati dan lingkungan di wilayah Gunung Ceremai. Penunjukannya dilakukan dengan SK Menhut RI No. 424/Menhut-II/2004 bertanggal 19 Oktober 2004, yang mengubah status hutan lindung di Gunung Ceremai menjadi kawasan taman nasional

Batas-batas wilayah


Bentuk wilayah TN Gunung Ciremai cenderung melonjong, dengan sumbu panjang nyaris tepat di arah utara-selatan, dan dengan tiga tonjolan memanjang serupa tanjung di arah utara, barat, dan barat daya. Wilayah ini berada di antara garis-garis bujur 108°21'35"—108°28'00" BT dan garis-garis lintang 6°50'25"—6°58'26" LS. Topografinya sebagian besar bergelombang (64%) dan curam (22%), bergunung-gunung, dengan puncak tertinggi pada ketinggian 3.078 m dpl.

Kawasan TNGC ini sebagian masuk wilayah Kabupaten Kuningan (8.931,27 ha), dan sebagian lagi di wilayah Kabupaten Majalengka (6.927,9 ha). Di sebelah utara kawasan hutan ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Cirebon; sementara batas-batasnya di sisi timur terletak di kecamatan-kecamatan CilimusJalaksana, dan Kramatmulya. Di selatan, batas-batas ini berada di wilayah CigugurKadugedeNusaherang, serta Darma di barat berada di wilayah Majalengka

Flora dan vegetasi

Secara umum, van Steenis (2006) telah mendefinisikan tiga zona iklim utama berdasarkan elevasi yang memengaruhi vegetasi di Jawa Ialah:


  • Zona tropik, antara ketinggian 0—1.000 m dpl. Dengan subzona perbukitan (colline) di antara 500—1.000 m.
  • Zona pegunungan (montana), antara ketinggian 1.000—2.400 m dpl. Dengan subzona sub-pegunungan (submontana) di antara 1.000—1.500 m.
  • Zona subalpin, di atas ketinggian 2.400 m.D
Di wilayah Gunung Ceremai ini, hutan di bawah 1.000 m semula merupakan kawasan hutan produksi yang dikelola Perhutani KPH Kuningan. Hutan-hutan ini telah berubah menjadi hutan tanaman tusam dan beberapa jenispohon kayu yang lain. Sementara hutan pada ketinggian 1.000 m ke atas sebelumnya adalah hutan lindung, yang sebagiannya telah rusak terganggu oleh letusan gunung, dan kemudian oleh aktivitas masyarakat serta kebakaran hutan. Berdasarkan kondisi iklimnya, hutan-hutan pegunungan ini bisa dibedakan atas hutan dataran tinggi basah di bagian selatan (Cigugur dan sekitarnya) dan hutan dataran tinggi yang lebih kering di sebelah utara di wilayah Setianegara dan sekitarnya.
Hutan di zona pegunungan basah dari Cigugur ke arah puncak Ceremai cukup kaya akan jenis pohon. Tercatat di antaranya jenis-jenis saninten (Castanopsis argentea, C. javanica, C. tungurrut) dan pasang (Lithocarpus elegans dan L. sundaicus) dari suku Fagaceae; jenitri(Elaeocarpus obtusus, E. petiolatus dan E. stipularis), suku Elaeocarpaceae; mara (Macaranga denticulata) dan kareumbi (Omalanthus populneus), suku Euphorbiaceae; aneka jirak(Symplocos fasciculata, S. spicata, S. sessilifolia, S. theaefolia), Symplocaceae; jenis-jenis ara (di antaranya Ficus padana dan F. racemosa), Moraceae; puspa (Schima wallichii) dan ki sapu (Eurya acuminata), Theaceae; dan lain-lain.
Di bagian yang lebih kering di Setianegara, hutan didominasi oleh jenis-jenis huru atau medang (Litsea spp.), saninten (C. argentea dan C. javanica), mara (Macaranga tanarius), mareme (Glochidion sp.), bingbin (Pinanga javana), dan pandan gunung (Pandanus sp.). Di bagian yang lebih atas zona montana ini juga didapati dominansi dari jamuju (Dacrycarpus imbricatus, Podocarpaceae) yang membentuk sabuk vegetasi khusus.

Fauna

Gunung Ceremai merupakan daerah penting bagi burung (IBA, Important Bird Areas JID 24), sekaligus daerah burung endemik (EBA, Endemic Bird Areas DBE 160). Beberapa jenisnya berstatus rentan (IUCN:VU, vulnerable), misalnya celepuk jawa (Otus angelinae) dan ciung-mungkal jawa (Cochoa azurea). Tercatat pula sekurangnya 18 spesies yang lain yang berstatus burung sebaran terbatas (restricted area bird) seperti halnya puyuh-gonggong jawa (Arborophila javanica), walik kepala-ungu (Ptilinopus porphyreus), takur bututut (Megalaima corvina), berkecet biru-tua (Cinclidium diana), poksai kuda (Garrulax rufifrons), cica matahari (Crocias albonotatus), opior jawa (Lophozosterops javanicus), kenari melayu (Serinus estherae), dan lain-lain.


Beberapa jenis mamalia penting yang terdapat di TNGC, di antaranya, macan tutul (Panthera pardus); surili (Presbytis comata); lutung budeng(Trachypithecus auratus); kukang jawa atau muka geni (Nycticebus javanicus); kijang muncak (Muntiacus muntjak); dan pelanduk jawa(Tragulus javanicus).